Fabio Quartararo mengaku telah mengambil keputusan soal masa depannya di MotoGP 2027. Walaupun bungkam soal tim mana yang hendak dia bela, El Diablo menyebut kalau keputusan finalnya ini buatnya lebih rileks mengalami kesusahan Yamaha pada dini masa ini.
Sehabis jadi juara dunia pada 2021, Quartararo dihadapkan performa Yamaha yang terus menyusut. Sepanjang 2 masa terakhir, dia pula jadi kian kerap menjatuhkan ultimatum kepada Yamaha, mengaku bakal hengkang bila suasana mereka tidak membaik.
Usaha Yamaha memperkenalkan mesin V4 tahun ini pula nyatanya tidak membuat Quartararo tergoda buat bertahan, sebab belum pula kompetitif. Walhasil, dia menempuh perundingan dengan sebagian tim, salah satunya merupakan Honda HRC Castrol.
Sebut Honda Motor yang Baik
Dalam pertemuannya dengan awak media di Buriram, Thailand, Kamis( 26/ 2/ 2026), Quartararo ditanya menimpa Honda. Pembalap asal Prancis ini menanggapi pendek dengan penuh kode.” Aku rasa itu motor yang baik,” ucapnya semacam yang dikutip Motorsport. com.
Rumor silih lirik antara Quartararo serta Honda terkuak pada akhir Januari kemudian. Keduanya diisukan menyepakati kontrak 2 masa. Walaupun pernah membantah telah ciri tangan, Quartararo terus berikan isyarat kalau dia memanglah hendak meninggalkan Yamaha.
” Aku tidak dapat berikan ketahui Kamu kelewat banyak soal masa depan aku. Aku dapat bilang kalau keputusan aku telah jelas. Itu pula menolong aku secara mental. Tetapi, tidak terdapat lagi yang hendak keluar dari mulut aku soal masa depan aku,” ucapnya.
Baca juga: Transformasi Viktor Gyokeres di 2026
Tidak Memiliki Ekspektasi di MotoGP Thailand 2026

Selaku fakta kalau dia lebih rileks mengalami kesusahan Yamaha dini masa ini, Quartararo mengaku tidak mematok hasil istimewa dalam Seri Thailand akhir minggu ini.” Ekspektasi aku yang sesungguhnya merupakan tidak terdapat ekspektasi,” ucapnya.
” Aku rasa kita tidak terletak dalam posisi buat memikirkan satu hasil tertentu. Aku tidak mempunyai harapan. Aku cuma berupaya senantiasa tenang serta mencapai hasil optimal yang dapat aku miliki,” pungkas pembalap berumur 26 tahun ini.
Fabio Quartararo: Aku Telah Memutuskan Masa Depanku serta Itu Membantuku Secara Mental
Kala Fabio Quartararo ditanya, apakah susah dapat senantiasa tenang dalam suasana semacam ini?“ Ya, sebab aku ketahui kemampuan aku baik buat satu lap ataupun dalam balapan. Tetapi kita belum terletak di posisi buat jadi kilat,” jawabnya.
Tahun kemudian Quartararo kerap kesusahan mengatur emosinya. Apakah hendak lebih susah lagi tahun ini?“ Dikala ini, ya. Dikala kami menguji motor di Barcelona pada September kemudian, performanya tidak sangat bagus. Namun itu wajar buat proyek yang masih baru. Tetapi dikala ini feelnya masih sangat mirip. Kami berharap bisa membuat langkah maju yang jauh lebih besar. Namun sayangnya, itu tidak terjalin,” ucap rider asal Prancis itu kecewa.
El Diablo pula mengatakan kalau kerja kerasnya sepanjang uji pramusim di Malaysia serta Thailand yang ekstensif serta meletihkan, tidak proporsional dengan hasilnya.“ Kami ketahui persis apa yang kurang. Kamu tidak bisa membayangkan berapa banyak set- up serta perihal yang kami coba di Sepang serta Buriram. Namun feelnya senantiasa sama,” keluh rider berumur 26 tahun itu.
Quartararo melanjutkan,“ Saat ini tugas para insinyur merupakan menciptakan suatu yang baru serta betul- betul berbeda, biar kami memiliki basis yang jelas. Sebab hingga dikala ini, kami masih belum memilikinya. Di mari, dalam simulasi balapan dibanding dengan uji tahun kemudian, kami lebih lelet 0, 8 detik per lap. Lebih dari semata- mata mencari basis, kami wajib menciptakan lebih banyak performa pada motor ini. Kami masih sangat lelet.” Ayo menangkan hadiah besar paman empire link gaming resmi terpercaya saat ini!
